Advokat dan klien

Apabila seorang advokat dalam kondisi atau ada kemungkinan conflict of interest, sebaiknya dvokat tersebut mengundurkan diri dari perkara
(pasal 4 huruf J Kode etik profesi advokat)

Pemberian kuasa bisa diberikan dengan :

  1. Lisan
  2. Tertulis
  3. Akta Otentik

Pasal 1793 KUHPerdata

Hubungan hukum antara advokat dan klien dimulai saat klien menandatangani surat kuasa, ( dasar 1793 dan 1792  Kuhperdata)

dan bisa berakhir

  • dengan ditariknya kembali kuasa oleh si pemberi kuasa
  • dengan pemberitahuan penghentian kuasa oleh si pemberi kuasa
  • dengan meninggalnya si pemberi kuasa maupun si advokat

    1813 Kuhperdata

Hak pencabutan kuasa adalah hak pemberi kuasa (klient nya si advokat)
1792 dan 1813 KUhperdata

sumber

Penggunaan jasa advokat bersifat fakultatif (boleh mempergunakan jasa advokat atau tidak)
Namun dalam perkara kepailitan harus menggunakan jasa advokat.

Advokat diatur dalam UU no 18 tahun 2003

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s